Sejarah Dibalik Birunya Air Telaga Cisoka
Assalammualikum wr wb
Hallo, Kawan semua nya sekian lama kita tidak berjumpa ya hehehe..., kali ini saya mau share lagi nih, tentang sejarah - sejarah yang ada di pulau jawa,tertunya Kota Tangerang, Banten, jawa barat. Siapa sih yang tidak tahu Kota Tangerang, Banten ini ?
Kota Tangerang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Banten. Kota ini terletak tepat di sebelah barat ibu kota negara Indonesia, Jakarta. Kota Tangerang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang. di sebelah utara dan barat, Kota Tangerang Selatan. di sebelah selatan, serta Daerah Khusus Ibukota Jakarta.di sebelah timur. Tangerang merupakan kota terbesar di Provinsi Banten serta ketiga terbesar di kawasan Jabodetabek setelah Jakarta dan Bekasi di provinsi Jawa Barat. dan dilalui oleh Jalan Nasional .
Kali ini saya akan membasas keindahan salah satu wisata di tangerang yaitu Telaga Biru Cisoka.
Bibalik Keindahan nya Wisata yang satu ini Punya sejarah di balik biru nya air telaganya.
Telaga Biru Cisoka, Tengerang mendadak jadi magnet tersendiri bagi wisatawan. Yang bikin tempat ini istimewa karena terdapat tiga telaga dengan warna dan kedalaman berbeda. Begitu Indah.
Saat datang ke tempat
ini, Anda bisa menemui telaga dengan air hijau jernih dengan kedalaman lima
meter.Telaga
kedua, kecantikannya juga luar biasa. Warnanya biru, begitu jernih dan bersih
dengan kedalaman 15 meter. Dan telaga ketiga, dalamnya 20 meter.
Di
balik keindahan telaga ini, ada kisah di balik birunya air telaga. Menurut
salah seorang pengelola Telaga Biru Cisoka, Andi, telaga ini bukanlah
telaga yang terbentuk secara alami, namun awalnya terbentuk dari sisa
penggalian pasir.
"Telaga Biru
Cisoka ini awalnya terbentuk dari bekas galian pasir pada tahun 1999-2005 namun
karena proses alam membuat bekas penggalian pasir tersebut mulai digenangi oleh
air, dan membentuk tiga telaga dengan kedalaman yang berbeda," telaga saat
ditemui oleh
Teman saya juga bercerita, awalnya telaga ini tidak memiliki warna biru yang jernih
seperti sekarang ini. Dulu, airnya terlihat sangat keruh. Namun seiring dengan
berjalannya waktu, telaga ini mengalami perubahan warna, menjadi bersih,
bening, dan berwarna biru.
Tapi
anehnya, pada salah satu telaga, awalnya memiliki warna biru kini berubah
menjadi warna hijau dengan sendirinya.
Melihat pemandangan
indah yang ditampilkan oleh telaga biru tersebut, membuat para warga Cisoka
akhirnya memutuskan untuk menjadikannya sebagai tempat wisata pada mei 2015.
Telaga Biru Cisoka dengan keseluruhan luas 4 hektar ini juga dimanfaatkan para
warga sekitar sebagai lahan bisnis kecil-kecilan dengan membuka beberapa kedai
kopi, sebagai tempat bersantai para wisatawan yang datang.
"Saat ini Telaga
Biru Cisoka masih dalam tahap perkembangan. Nantinya akan ada wahana permainan
air dengan tema pantai buatan melengkapi wisata alam ini. Juga akan hadir lebih
banyak tempat makan, dan souvenir khas Cisoka," ucapnya.
Andi juga mengatakan
saat ini telaga ini dikelola bekerjasama dengan pemerintah setempat agar
wisatawan yang datang merasa nyaman.
"Ada rencana
akan ada sebuah bus wisata yang mengantarkan para wisatawan yang datang dari
Stasiun Tigaraksa menuju ke sini," ucapnya.
SEJARAH
LENGKAP
telaga ini berasal
dari sebuah penambangan yang dlakukan pada tahun 1999 hingga tahun 2019.
Kemudian, ditinggalkan dan tidak terurus lagi. Bekas galian ini membentuk
sebuah cekungan yang cukup besar. Akibat curah hujan yang cukup tinggi,
akhirnya cekungan ini terisi oleh air.
Semakin hari, semain
banyak air yang memenuhi cekungan sehingga menjadi danau. Kurang lebih ada 3
bekas galian pasir yang bisa dilihat di kawasan ini uniknya lagi, warna air
bukanlah biru seperti yang dilihat saat ini melainkan, keruh dan kotor. Seiring
berjalannya waktu partikel-partikel yang membuat keruh tersebut tenggelam.
Setelah partikel ini
tenggelam, warna air di telaga ini berubah menjadi biru. Bukan karena sebuah
mitos dan misteri melainkan karena faktor alam yaitu tingkat keasaaman telaga
ini begitu tinggu. Sama halnya dengan tingkat keasaaman di wilayah gunung Ijen
Banyuwangi yang juga sangat tinggi.
Selain tingkat
asamnya, ternyata telaga ini pun memiliki alga atau tanaman air yang terbukti
ampuh mampu merubah warna air. Apalagi, saat terkena sinar matahari. Warna air
ini pasti berubah sesuai dengan warna dari alga tersebut.
Jumlah telaga disini ada 3, dimana memiliki
kedalaman yang berbeda-beda. Telaga pertama dengan kedalaman 5 meter. Telaga
inilah yang akan menyambut Sobat Native. Dengan warnanya yang biru kehijauan.
Kemudian, telaga ke dua memiliki kedalaman sekitar 15 meter. Kemudian, Telaga
ketiga memiliki kedalaman sekitar 20 meter.
Apa yang Menarik?
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apa
yang menarik dari telaga bekas penambangan pasir ini. Keindahannya berada di
air telaga yang sangat mencolok. Dimana, sobat Native bisa melihat warna air
ini biru tetapi, juga bisa berubah menjadi hijau. Warna ini yang dianggap warga
bila kawasan ini cukup angker.
Tetapi, bila dilihat dari ilmu alami.
Perubahan warna ini memang didasarkan karena tingkat asam dan alga seperti yang
sudah disebutkan diatas. Jadi, kehadiran asam yang tinggi ini bisa dijadikan
sebagai peringatan bagi Sobat Native agar berhati-hati. Bisa-bisa kulit Sobat
Native terluka.
Apabila, dilihat lebih dalam. Rasanya tidak
mungkin, keindahan telaga ini terbentuk dari sebuah galian pasir. Airnya yang
begitu jernih, apalagi, saat Sobat Native mengambil sudut foto dan gambar yang
pas. Pasti akan menipu setiap orang yang melihatnya.
Sobat native akan disambut dengan dua telaga
langsung. Dimana, telaga pertama memiliki latar belakang tebing pasir yang
mengesankan. Telaga yang kedua airnya sedikit berwarna putih. Penyambutan yang
cukup menarik diantara dua sisi saat Sobat native datang. Keindahan yang
tersaji ini benar-benar melelehkan mata.
Semua wisatawan pun akan geram dan gemes
untuk segera melakukan aksi dan bergaya dengan berbagai macam pose. Hanya saja,
saat siang hari, kawasan ini akan sangat terik sekali, dan terlihat sangat
gersang. Disarankan, Sobat native datang ke tempat ini pada sore hari atau pagi
hari, dimana sinar matahari masih tampak malu-malu.
Ada begitu banyak spot foto yang sudah
tersedia disini. Spot kekinian ini memang menjadi salah satu daya tarik yang
tidak bisa terhindarkan. Apalagi, dengan latar belakang pepohonan yang hijau,
menambah keindahan kawasan ini.
Sobat Native pun bisa mengelilingi danau ini
dengan menyewa perahu yang sudah disediakan oleh pihak pengelola. Harga sewa
perahu ini cukup murah hanya dengan 20 ribu saja. Sobat native bisa menikmati
aksi romantis bersama dengan orang yang dicintai. Dengan perahu ini, sobat
native bisa membawanya menuju ke titik-titik instagramable.
Mau bersantai saja menikmati hari dengan
secangkir kopi? Kawasan ini sudah tersedia gubuk kopi yang menyediakan berbagai
macam jenis kopi dengan cita rasa yang cukup nikmat. Ada pula para petugas
dengan seragam pink yang cukup ramah, yang akan menyapa Sobat native.
Hal yang menarik yang bisa dirasakan di
tempat ini adalah nuansa pedesaan yang akan sangat terasa. Teduh, tenang dan
terbebas dari hiruk pikuk perkotaan. Berada disini akan membuat Sobat Native
fresh dan mampu melepas penat serta tuntutan pekerjaan yang menumpuk.
Alamat Dan Rute Lokasi
Alamat kawasan ini berada di jalan cigaru
cisoka, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Ada dua alternatif yang bisa ditempuh Sobat Native. Bisa naik transportasi umum
bisa juga naik kendaraan pribadi.
Sobat Native yang memilih untuk naik
kendaraan pribadi, Sobat Native bisa mulai dari Pusat Kota Tangerang. Arahkan
kendaraan menuju ke Jalan Pemda Tigareksa. Saat Sobat Native masuk di bunderan
tigaraksa, arahkan kendaraan menuju ke Cisoka dengan belok kearah kanan.
7km dari sini ada papan nama SMPN 1 Cisoka
lalu, belok ke kiri. Setelah belok ke kiri, Sobat Native akan sampai di tempat
ini dengan menempuh 2 km lagi. Jarak yang cukup jauh memang tetapi, semua akan
terbayarkan bila sudah sampai di kawasan ini melihat keindahan yang ditawarkan.
Alternatif kedua adalah naik Transportasi umum.
Sobat Native bisa naik kereta api terlebih dahulu dengan naik KRL dari Stasiun
Tanah Abang –Maja. Kemudian turun di Stasiun Tigaraksa. Lanjutkan, perjalanan
dengan menggunakan angkutan umum dengan jurusan Adiyasa – Balaraja. Hanya saja,
untuk meraih angkot ini, Sobat Native harus berjalan terlebih dahulu sekitar
300 meter.
Bilang kepada sopir angkot untuk turun di
pertigaan gang SMAN 08 Cisoka. Sampai di depan gang, Sobat Native bisa
melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau memilih untuk naik ojek yang
juga sudah tersedia di tempat ini.
Harga Tiket Masuk
Untuk harga tiket masuk, kawasan ini tidak
menerapkan harga tiket. Tetapi, Sobat Native yang membawa kendaraan pribadi
harus merogoh kocek lebih dalam. Dimana, biaya parkir untuk mobil ditarik 10 ribu
rupiah. Untuk motor ditarik 5 ribu rupiah.
Jam operasional kawasan ini buka dari pukul 7
pagi hingga pukul 6 sore. Waktu yang cukup panjang untuk Sobat Native menikmati
kawasan yang sepertinya tampak sangat sempurna.
Telaga Cisoka, Tangerang adalah kawasan
wisata yang dimiliki oleh provinsi Banten. Dengan berbagai macam spot foto
membuat semua orang pun pasti akan tergoda untuk datang ke kawasan ini. Jika,
mereka sudah kesini. Kapan sobat Native akan pergi kesini?
Baik terimakasih atas perhatian nya semoga bermanfaat, dan jangan lupa komentar
di bawah kolom yang tertera ya, dan bantu share ke sosial media kalian ya, biar
temen kalian jadi tau dan menambah wawasan. Hatur Thaks you
Tidak ada komentar:
Posting Komentar